Menu Close

Mengapa Covid-19 Berdampak pada Indra Penciuman?

Mengapa Covid-19 Berdampak pada Indra Penciuman?

Covid-19 bisa berdampak pada semua hal di tubuh termasuk indra penciuman. Diketahui jika virus asal Wuhan ternyata dapat membuat penciuman menjadi tidak terasa atau hampa.

Akibatnya, banyak orang yang ternyata mengalami hal tersebut ternyata mempunyai gejala yang berindikasi pada positif Covid-19.

Lalu mengapa Covid-19 bisa berpengaruh pada penciuman?

Gangguan penciuman oleh Covid-19 disebut dengan anosmia. Penderita Covid yang mengalami hal ini biasanya tidak mempunyai kemampuan penciuman yang normal.

Mereka yang mengalami masalah ini benar-benar kehilangan penciumannya. Hal ini berbeda dari hiposmia yang masih bisa mencium sebagian.

Penyebab mengapa orang bisa kehilangan penciumannya adalah orang tersebut mengalami infeksi saluran pernapasan atau sering mengalami hidung tersumbat, drainase, dan gejala gangguan pada hidung lainnya.

Hal ini yang menghalangi kemampuan bau mencapai saraf penciuman yang berada di bagian atas rongga hidung.

Penyebab lainnya adalah virus menyebabkan peradangan di dalam hidung sehingga menyebabkan hilangnya neuron penciuman.

Apa saja dampaknya?

Dilansir dari Cleveland Clinic berikut dampak yang dialami akibat gangguan penciuman oleh Covid-19:

Tidak Mampu Mencium Bau-bau dari Benda yang Berbahaya

Akibat penciuman yang rusak oleh Covid-19, Anda dengan sendirinya tidak mampu mencium bau-bau yang berasal dari benda-benda berbahaya.

Seperti jika terjadi kebakaran, Anda tidak bisa mendeteksi terlebih dahulu bau-bau dari benda yang terbakar seperti gas atau kayu.

Selain itu, Anda juga tidak bisa mendeteksi bau-bau busuk pada makanan dan minuman. Akibanya, hal tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan Anda. Kehilangan penciuman ini membuat Anda harus ekstra waspada.

Mengalami Depresi 

Dampak kedua adalah Anda akan mengalami depresi.  Hal ini karena hilangnya kenikmatan penciuman yang biasa Anda rasakan saat normal. Akibatnya secara psikologis Anda akan terbebani dan merasa tidak bisa menikmati semuanya.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Gangguan Penciuman Akibat Covid-19?

Apabila Anda merasakan kehilangan penciuman yang diakibatkan oleh Covid yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

Segera Hubungi Penyedia Layanan Kesehatan dan Fasilitas Layanan Kesehatan Terdekat

Hal ini penting supaya Anda bisa segera berkonsultasi dengan dokter mengenai masalah indra penciuman ini.

Dokter akan segera memberikan analisis dan tindakan selanjutnya yang Anda perlukan. Jadi, jangan coba mengira-ngira bahwa Anda terkena Covid-19 hanya karena masalah penciuman.

Kemungkinan besar yang Anda alami bukanlah yang berkaitan dengan Covid tetapi Anda mengalami masalah penciuman serius berupa sinus dan polip.

Lakukan tes Covid-19

Apabila dari hasil konsultasi masalah penciuman yang Anda alami itu benar-benar mengarah pada Covid-19, Anda selanjutnya harus segera melakukan tes Covid-19 untuk memastikan bahwa yang Anda alami adalah virus tersebut.

Hubungi kembali dokter Anda

Dokter mungkin akan meminta Anda untuk melakukan berbagai metode supaya penciuman Anda normal kembali.

Jika memang berkaitan dengan Covid atau virus lain biasanya gejala itu akan hilang dengan sendirinya. Namun jika itu berlangsung lama, dapat dipastikan itu bukan karena Covid yang tentu saja Anda harus menghubungi dokter kembali.

Jika yang dialami adalah sinus dan polip, tentu dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan operasi pengangkatan.

Mengonsumsi Omega-3

Beberapa penelitian menyatakan bahwa mengonsumsi omega-3 dan suplemen bisa membantu memulihkan penciuman Anda.

Melatih Penciuman

Cara terakhir yang perlu Anda lakukan adalah melatih penciuman. Metode ini bisa Anda lakukan sendiri jika Anda tidak mau ada efek samping dari semua metode yang dilakukan.

Anda bisa memulainya dengan mencium aroma bunga yang berbeda dalam bentuk minyak esensial selama 15-20 detik untuk bisa mendapatkan penciuman dan gambaran yang normal

Lakukanlah hal ini sebanyak 2-3 kali sehari sampai Anda benar-benar mendapatkan indra penciuman yang normal mulai dari 3-6 bulan hingga 1 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *