Menu Close

5 Cara Mengatasi Ejakulasi Dini pada Pria Secara Alami

Banyak pasangan, terutama wanita, mengaku bahwa kehidupan seks mereka dikatakan puas jika mereka bisa bermain lebih lama di ranjang. Maka itu pria yang terkena ejakulasi dini dan pasangannya cenderung memiliki kehidupan seksual yang tidak memuaskan. 

Sakit saat ejakulasi tidak boleh disepelekan dan harus dicari tahu penyebabnya

Ejakulasi dini sering disamakan dengan disfungsi ereksi, padahal keduanya sangat berbeda. Ejakulasi dini (premature ejaculation) adalah kondisi ketika pria terlalu cepat mencapai klimaks saat berhubungan intim sebelum pasangannya. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, termasuk masalah medis dan kondisi psikologis. 

Berikut ini 5 cara mengatasi ejakulasi dini pada pria yang telah terbukti secara klinis. 

  1. Krim anestesi topikal

Krim anestesi topikal yang dijual bebas mengandung zat mati rasa yang dapat mengobati ejakulasi dini. Oleskan krim ke penis Anda 10-15 menit sebelum berhubungan intim. 

Meski aman digunakan bagi banyak orang, krim anestesi bisa menyebabkan efek samping berupa:

  • Sakit ringan
  • Sensasi terbakar ringan
  • Libido menurun
  • Hilangnya sensitivitas sementara
  1. Semprotan lidokain

Semprotan lidokain membantu mengobati ejakulasi dini dengan cara desensitisasi panis dan mengurangi hipersensitivitas. Gunakan semprotan 10-15 menit sebelum berhubungan seks agar bekerja dengan baik. Setelah menggunakannya, Anda mungkin merasakan penurunan libido dan hilangnya sensitivitas pada penis untuk sementara waktu.

  1. Suplemen seng

Seng merupakan mineral penting bagi pria. Seng membantu memproduksi testosteron, meningkatkan libido dan energi, serta dapat meningkatkan waktu ejakulasi. 

Anda bisa meningkatkan asupan seng melalui konsumsi suplemen atau sumber makanan. Namun mengonsumsi terlalu banyak seng dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Kerusakan ginjal dan lambung
  • Rasa logam di mulut
  1. Obat herbal ayurveda

Ayurveda adalah sistem penyembuhan tradisional India yang menggunakan ribuan herbal untuk mengatasi berbagai penyakit, mulai dari diabetes hingga peradangan. Obat-obatan tradisional India tertentu, seperti kaunch beej, kamini vidrawan ras, dan yauvan amrit vadi, diklaim dapat mengobati ejakulasi dini jika diminum dua kali sehari secara rutin. 

Namun pengobatan tersebut tidak meningkatkan durasi ereksi terlalu lama. Selain itu ada beberapa efek samping potensial dari penggunaan obat-obatan tersebut yaitu:

  • Sakit perut
  • Pusing
  • Sakit ringan
  • Menurunnya libido
  1. Merubah pola makan

Cara mengatasi ejakulasi dini pada pria yang paling mudah dan membawa dampak cukup besar adalah mengonsumsi makanan sehat. Selain seng, makanan yang mengandung kaya magnesium juga dapat membantu meringankan ejakulasi dini. 

Sumber magnesium terbaik antara lain:

  • Bawang putih
  • Tiram
  • Kedelai
  • Yogurt
  • Bayam
  • Sereal gandum
  • Kacang almond
  • Kacang merah
  • Buncis
  • Biji wijen
  • Daging sapi dan domba
  • Coklat hitam
  • Kacang polong
  • Biji labu

Selain kelima cara diatas, Anda juga bisa mengubah rutinitas seks Anda. Melakukan masturbasi atau onani 1-2 jam sebelum melakukan aktivitas seksual dapat membantu menunda ejakulasi selama penetrasi.

Anda juga bisa menghindari hubungan seksual sama sekali untuk sementara waktu dan melakukan aktivitas seksual lainnya atau bermain dengan pasangan Anda (foreplay). Hal tersebut dapat membuat Anda dan pasangan lebih santai saat akan melakukan hubungan intim dan merasakan kenikmatan yang berbeda.

Catatan

Ejakulasi dini merupakan kondisi umum yang bisa diatasi. Anda bisa memilih cara mengatasi ejakulasi dini pada pria sesuai dengan kenyamanan Anda. Jika menggunakan cara alami, Anda mungkin butuh waktu untuk menemukan perawatan yang efektif. 

Selain itu pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda hendak mencoba mengonsumsi suplemen atau obat herbal. Beberapa obat-obatan mungkin tidak cocok dengan kondisi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *